Rabu, 09 Desember 2009

Masyarakat Melihat Dampak Krisis Ekonomi di Indonesia

Dampak dari krisis finansial ini dapat terlihat dari terjadinya kebangkrutan perusahaan yang mengakibatkan kemunculan pengangguran. Pengangguran berarti mereka tidak berpenghasilan atau kekurangan penghasilan, sedangkan kebutuhan hidup tetap ada. Apa yang terjadi jika kebutuhan hidup banyak tetapi uang tidak dimiliki? Mereka akan menempuh berbagai cara untuk mendapatkan uang, baik secara legal maupun ilegal, yang penting kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Jika dalam pemenuhan kebutuhan hidup terdapat kekurangan, itulah yang disebut dengan kemiskinan.

Suka atau tidak suka, kebutuhan ekonomi ialah kebutuhan hidup mendesak karena kebutuhan hidup di dunia diukur dengan uang. Banyak contoh di lingkungan sekitar yang mengungkapkan demikian mendesaknya kebutuhan ekonomi. Jika tidak terpenuhi banyak hal negatif terjadi, misalnya kasus bunuh diri akibat tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi. Seorang anak bisa saja memilih bunuh diri karena tidak kuat menahan sakit maag nya yang tidak juga sembuh. Penyakit maagnya disebabkan akibat seringnya sang anak menahan lapar karena tidak adanya makanan di rumahnya.

Kemiskinan juga berdampak meningkatnya jumlah anak jalanan Ibukota. Di Jakarta khususnya, banyak anak jalanan tersebar di berbagai sudut. Aktivitas mereka tak jauh dari mengamen, berjualan, memulung, bahkan mengemis. Mereka melakukan ini semua tak lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kurangnya kasih sayang dan perhatian yang di terima seorang anak ternyata juga bisa akibat dari kemiskinana. Seorang anak yang tumbuh di tengah orang tuanya yang bekerja keras akan mengakibatkan kurangnya kasih sayang dan didikan dari orang tua. Hal ini juga menjadi dilema sendiri bagi orang tua karena mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

a. Ekonomi harus dikendalikan oleh manusia. "Perkembangan ekonomi harus tetap dikendalikian oleh manusia. Perkembangan itu jangan pula di percayakan saja kepada kesewenangan sekelompok kecil, atau kelompok-kelompok yang terlampau berkuasa di bidang ekonomi. Akan tetapi di setiap lapisan masyarakat sebanyak mungkin orang, dan bila menyangkut hubungan-hubungan internasiobal semua bangsa harusnya melibatkan diri secara aktif dalam mengendalikan perekonomian. Begitu pula perlulah prakarsa-prakarsa swasta perorangan maupun kelompok-kelompok bebas dikoordinasi serta digabungkan secara laras dan serasi dengan usaha-usaha pemerintah"

b. Tidak diserahkan kepada perorangan dan pemerintah. "Perkembangan jangan pula diserahkan melulu hanya kepada pemerintah. Maka dari itu harus dikecam sebagai kekeliruan baik teori-teori yang berdalihkan kebebasan palsu menentang perombakan-perombakan yang sungguh perlu, maupun teori yang mengorbankan hak-hak asasi perorangan serta kelompo-kelompok demi organisasi kolektif penyelenggara produksi".

c. Hak dan Kewajiban semua warga negara. "Hendaknya warganegara menyadari, bahwa termasuk hak maupun kewajiban mereka sedapat mungkin menyumbangkan jasa mereka demi perkembangan masyarakat mereka yang sejati. Terutama di wilayah-wilayah yang belum maju perekonomiannya karena diditu mendesak sekali bahwa segala upaya dikerahkan, kesejahteraan umum sangat dibahayakan oleh mereka, yang membiarkan harta mereka sia-sia terpakai".

Kita telah mengetahui dan menengok sekilas dampak dari kesulitan ekonomi bagi kehidupan manusia, khususnya di sekeliling kita. Kemajuan ekonomi seharusnya dikendalikan oleh manusia, bukan oleh perorangan atau pemerintah sehingga kita dapat menikmati hak dan kewajiban kita sebagai warga negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar