Memiliki bibir pecah-pecah sangat mengganggu penampilan. Kondisi bibir yang kering seperti itu juga membuat senyum tidak lepas dan rasa tak nyaman.
Dalam kondisi seperti itu, banyak wanita yang mengambil langkah pintas membasahi bibir dengan ludah. Padahal cara seperti ini justru memperburuk kelembaban bibir.
Mengapa? Air liur akan membuat lapisan pelembab alami di bibir semakin cepat terkikis. Sesaat setelah menjilat bibir memang terasa basah, namun ketika air liur kering, kondisi bibir justru akan semakin kering dari sebelumnya.
Air liur atau saliva bukan sekedar air biasa, tapi mengandung enzim yang berperan melarutkan makanan dalam proses pencernaan. Demikian pula saat menyentuh bibir, enzim yang terkandung akan bekerja seperti ketika bertemu makanan. Itulah mengapa, membasahi bibir dengan air ludah justru akan membuat bibir pecah-pecah.
Jika bibir terlanjur pecah-pecah, lebih baik memperbanyak konsumi air putih. Anda juga bisa menggunakan kapas yang dicelup ke air putih untuk membasahi bibir. Bisa pula dengan madu. Kandungan vitamin A dan C dalam madu bermanfaat untuk melembabkan bibir.
Pencegahan bibir pecah-pecah bisa dilakukan dengan memperbanyak konsumsi makanan mengandung vitamin A, C, E dan mineral. Perawatan juga dari luar perlu dilakukan dengan mengaplikasikan produk perawatan bibir seperti lip balm atau lipstik yang mengandung vitamin E, Aloe Vera, dan SPF.
Jumat, 11 Maret 2011
Perawatan Tepat Untuk Wajah Berjerawat
Jerawat biasanya lebih sering muncul pada kulit berminyak. Namun, jika jerawat tumbuh pada kulit kering, lukanya bisa lebih parah, dan cenderung mudah terkena iritasi. Akibatnya, menyebabkan gatal dan kulit yang pecah dan mengelupas di sekitar jerawat.
Untuk mengatasi jerawat pada kulit kering, butuh perawatan khusus agar tidak makin parah.
- Tea Tree Oil
Banyak produk perawatan yang tersedia di pasaran mengandung benzoil asam atau asam azelaic, yang bisa memperburuk kondisi jerawat pada kondisi kulit kering. Lebih baik pilih produk perawatan yang bahan dasarnya tea tree oil (minyak pohon teh), karena cukup aman dan tidak terlalu keras untuk kulit kering. Produk berbahan itu juga cukup efektif menangani jerawat, bahkan untuk kulit sensitif.
Departemen Dermatologi, Royal Prince Alfred Hospital di Australia melakukan studi acak dari 124 orang dengan jerawat ringan sampai sedang. Peneliti membandingkan efektivitas dan toleransi dari 5 persen tea tree oil dengan 5 persen krim benzoyl peroksida. Meskipun hasilnya sama dalam menangani jerawat tetapi efek samping benzoyl peroksida lebih tinggi daripada tea tree oil. Efek samping yang timbul seperti kemerahan, rasa perih dan kering.
- Krim antibiotik
Krim antibiotik dapat mengurangi jerawat pada permukaan kulit dan yang berada dalam folikel rambut. Krim tersebut memiliki sifat anti-inflamasi, yang membuatnya ideal untuk semua jenis kulit, terutama kulit kering. Jenis yang paling umum antibiotik adalah clindamycin lotion, eritromisin, dan asam salisilat. Gunakanlah sekali atau dua kali sehari untuk hasil terbaik. Mungkin diperlukan 4-8 minggu sebelum Anda melihat hasilnya.
- Obat antibiotik
Jika dua perawatan tersebut tidak bisa mengatasi jerawat atau keadaannya semakin parah, segera periksakan ke dokter kulit. Bisa jadi Anda membutuhkan obat minum berupa obat antibiotik untuk mengurangi bakteri dan melawan peradangan. Tetapi, sebelum mengonsumsinya Anda harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.
Sumber: VIVAnews
Untuk mengatasi jerawat pada kulit kering, butuh perawatan khusus agar tidak makin parah.
- Tea Tree Oil
Banyak produk perawatan yang tersedia di pasaran mengandung benzoil asam atau asam azelaic, yang bisa memperburuk kondisi jerawat pada kondisi kulit kering. Lebih baik pilih produk perawatan yang bahan dasarnya tea tree oil (minyak pohon teh), karena cukup aman dan tidak terlalu keras untuk kulit kering. Produk berbahan itu juga cukup efektif menangani jerawat, bahkan untuk kulit sensitif.
Departemen Dermatologi, Royal Prince Alfred Hospital di Australia melakukan studi acak dari 124 orang dengan jerawat ringan sampai sedang. Peneliti membandingkan efektivitas dan toleransi dari 5 persen tea tree oil dengan 5 persen krim benzoyl peroksida. Meskipun hasilnya sama dalam menangani jerawat tetapi efek samping benzoyl peroksida lebih tinggi daripada tea tree oil. Efek samping yang timbul seperti kemerahan, rasa perih dan kering.
- Krim antibiotik
Krim antibiotik dapat mengurangi jerawat pada permukaan kulit dan yang berada dalam folikel rambut. Krim tersebut memiliki sifat anti-inflamasi, yang membuatnya ideal untuk semua jenis kulit, terutama kulit kering. Jenis yang paling umum antibiotik adalah clindamycin lotion, eritromisin, dan asam salisilat. Gunakanlah sekali atau dua kali sehari untuk hasil terbaik. Mungkin diperlukan 4-8 minggu sebelum Anda melihat hasilnya.
- Obat antibiotik
Jika dua perawatan tersebut tidak bisa mengatasi jerawat atau keadaannya semakin parah, segera periksakan ke dokter kulit. Bisa jadi Anda membutuhkan obat minum berupa obat antibiotik untuk mengurangi bakteri dan melawan peradangan. Tetapi, sebelum mengonsumsinya Anda harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.
Sumber: VIVAnews
Tips Kempiskan Jerawat
Saat jerawat tumbuh, pasti Anda berharap noda di wajah yang mengganggu itu segera lenyap. Agar jerawat cepat kempes, tanpa perlu membeli obat yang mahal, ada tiga cara mudah yang bisa dilakukan, seperti dikutip dari Shineyahoo.
1. Aspirin
Aspirin bukan hanya bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit, tetapi juga mencegah jerawat menjadi parah. Ambil satu butir aspirin, hancurkan hingga halus kemudian basahi sedikit dengan air hingga kental. Tampelkan cairan kental aspirin pada jerawat selama beberapa menit, hingga kering kemudian bersihkan dengan air. Cara ini akan mengurangi kemerahan dan meredakan rasa sakitnya.
2. Minyak zaitun
Buatlah ramuan dengan mencampurkan 4 sendok makan garam dan 3 sendok makan minyak zaitun. Aplikasikan ramuan tersebut pada wajah menggunakan kuas atau jari-jari Anda. Biarkan selama 1-2 menit, lalu bilas dengan air hangat dan sabun.
Lakukan perawatan ini dua atau tiga kali seminggu. Anda akan melihat perubahan nyata pada kulit wajah. Garam bisa membersihkan pori-pori dengan dengan eksfoliasi, kandungan mineralnya membuat kulit lebih sehat dan minyak zaitun bisa mengembalikan kelembaban alami kulit.
3. Pasta gigi
Anda harus menghadiri acara resmi esok hari, sementara jerawat terlihat menonjol. Gunakan pasta gigi pada malam hari dan biarkan kering hingga pagi hari. Pasta gigi membuat jerawat cepat kering dan menyerap minyak. Tetapi, sebaiknya cara ini tidak dilakukan jika kulit termasuk sensitif, karena dapat menyebabkan iritasi.
Sumber: VIVAnews
1. Aspirin
Aspirin bukan hanya bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit, tetapi juga mencegah jerawat menjadi parah. Ambil satu butir aspirin, hancurkan hingga halus kemudian basahi sedikit dengan air hingga kental. Tampelkan cairan kental aspirin pada jerawat selama beberapa menit, hingga kering kemudian bersihkan dengan air. Cara ini akan mengurangi kemerahan dan meredakan rasa sakitnya.
2. Minyak zaitun
Buatlah ramuan dengan mencampurkan 4 sendok makan garam dan 3 sendok makan minyak zaitun. Aplikasikan ramuan tersebut pada wajah menggunakan kuas atau jari-jari Anda. Biarkan selama 1-2 menit, lalu bilas dengan air hangat dan sabun.
Lakukan perawatan ini dua atau tiga kali seminggu. Anda akan melihat perubahan nyata pada kulit wajah. Garam bisa membersihkan pori-pori dengan dengan eksfoliasi, kandungan mineralnya membuat kulit lebih sehat dan minyak zaitun bisa mengembalikan kelembaban alami kulit.
3. Pasta gigi
Anda harus menghadiri acara resmi esok hari, sementara jerawat terlihat menonjol. Gunakan pasta gigi pada malam hari dan biarkan kering hingga pagi hari. Pasta gigi membuat jerawat cepat kering dan menyerap minyak. Tetapi, sebaiknya cara ini tidak dilakukan jika kulit termasuk sensitif, karena dapat menyebabkan iritasi.
Sumber: VIVAnews
Makanan Penangkal Selulit
Meskipun timbul di area tubuh yang tertutup pakaian, selulit tetap saja menimbulkan rasa minder. Apalagi jika Anda berencana untuk berlibur ke pantai dan ingin mengenakan bikini seksi.
Untuk mencegah bertambahnya 'kulit jeruk', ada tiga hal yang dapat Anda lakukan.
- Banyak minum air putih
"Setiap kali kulit terhidrasi dengan baik, maka kulit akan tampak segar dan sehat," kata Lona Sandon, RD, juru bicara American Dietetic Association, seperti dikutip dari Self.
Pada bagian ujung paha dan lipatan tempat munculnya selulit terdapat banyak sel-sel lemak. Untuk menghancurkannya dibutuhkan latihan intensif dan cairan. Untuk itu, Sandon menyarankan minum air hangat 8 gelas setiap harinya.
Selain itu, konsumsi juga buah yang banyak mengandung air, seperti anggur, apel atau semangka. Menurut penelitian wanita yang banyak mengonsumsi buah yang mengandung air, memiliki pinggang dan indeks massa tubuh yang lebih kecil.
- Konsumsi buah dan sayuran berwarna
Buah dan sayuran berwarna, seperti wortel, bayam, jeruk, anggur, atau tomat mengandung banyak vitamin C yang penting untuk mencegah kerusakan pada kolagen. Kolagen adalah struktur pendukung dalam kulit yang membuatnya tetap kenyal. Jika kolagen melemah kulit bisa kehilangan elastisitasnya kulit dan lemak dengan mudah menonjol dan menjadi selulit.
Selain itu, penelitian dari Arizona State University, menunjukkan vitamin C dapat membantu Anda membakar 30 persen lemak lebih banyak selama olahraga.
- Konsumsi gandum
Karbohidrat kompleks seperti nasi putih, pasta dan roti putih yang dikonsumsi berlebih, akan dikonversi menjadi gula darah (glukosa). Tubuh cenderung akan menyimpan kelebihan glukosa yang kemudian dibawa ke sel hati untuk selanjutnya diolah menjadi glikogen untuk disimpan, dibandingkan membakarnya. Hal itu menciptakan sel-sel lemak baru, sehingga lemak tersebut mendorong jaringan ikat di kulit dan menimbulkan selulit.
Untuk mencegahnya, ganti asupan karbohidrat Anda. Penuhi kebutuhan karbohidrat dengan mengonsumsi bubur gandum atau roti gandum.
Sumber: VIVAnewa
Untuk mencegah bertambahnya 'kulit jeruk', ada tiga hal yang dapat Anda lakukan.
- Banyak minum air putih
"Setiap kali kulit terhidrasi dengan baik, maka kulit akan tampak segar dan sehat," kata Lona Sandon, RD, juru bicara American Dietetic Association, seperti dikutip dari Self.
Pada bagian ujung paha dan lipatan tempat munculnya selulit terdapat banyak sel-sel lemak. Untuk menghancurkannya dibutuhkan latihan intensif dan cairan. Untuk itu, Sandon menyarankan minum air hangat 8 gelas setiap harinya.
Selain itu, konsumsi juga buah yang banyak mengandung air, seperti anggur, apel atau semangka. Menurut penelitian wanita yang banyak mengonsumsi buah yang mengandung air, memiliki pinggang dan indeks massa tubuh yang lebih kecil.
- Konsumsi buah dan sayuran berwarna
Buah dan sayuran berwarna, seperti wortel, bayam, jeruk, anggur, atau tomat mengandung banyak vitamin C yang penting untuk mencegah kerusakan pada kolagen. Kolagen adalah struktur pendukung dalam kulit yang membuatnya tetap kenyal. Jika kolagen melemah kulit bisa kehilangan elastisitasnya kulit dan lemak dengan mudah menonjol dan menjadi selulit.
Selain itu, penelitian dari Arizona State University, menunjukkan vitamin C dapat membantu Anda membakar 30 persen lemak lebih banyak selama olahraga.
- Konsumsi gandum
Karbohidrat kompleks seperti nasi putih, pasta dan roti putih yang dikonsumsi berlebih, akan dikonversi menjadi gula darah (glukosa). Tubuh cenderung akan menyimpan kelebihan glukosa yang kemudian dibawa ke sel hati untuk selanjutnya diolah menjadi glikogen untuk disimpan, dibandingkan membakarnya. Hal itu menciptakan sel-sel lemak baru, sehingga lemak tersebut mendorong jaringan ikat di kulit dan menimbulkan selulit.
Untuk mencegahnya, ganti asupan karbohidrat Anda. Penuhi kebutuhan karbohidrat dengan mengonsumsi bubur gandum atau roti gandum.
Sumber: VIVAnewa
Aturan Facial Sesuai Jenis Kulit
Facial adalah jenis perawatan kulit yang sering dilakukan wanita. Namun, ada kalanya, setelah melakukan facial, tidak sedikit wanita malah mengalami keluhan di kulit wajahnya. Salah satu penyebabnya bisa jadi produk facial yang digunakan tidak sesuai dengan jenis kulit.
Maka itu, bukan hanya cermat memakai pembersih dan pelembab wajah, Anda juga perlu menyesuaikan jenis facial dengan tipe kulit. Hal itu karena setiap jenis kulit memiliki kebutuhan khusus dan perawatan berbeda, termasuk saat facial.
Serviss Kathryn, pakar kecantikan dari Bliss yang berbasis di di LA, Amerika Serikat, menyampaikan facial apa saja yang cocok untuk berbagai jenis kulit.
- Kulit kering
Kondisi kulit kering dipicu kekurangan minyak atau lemak alami, sehingga rentan terhadap dehidrasi. Karena kulit kekurangan air, siklus pengelupasan (eksfoliasi) alami kulit melambat. Facial, yang meliputi pengelupasan kulit secara lembut menggunakan enzim adalah cara terbaik membuat kulit kering menjadi lembab dan terlihat cerah.
Kulit kering juga membutuhkan minyak dan air untuk meningkatkan kelembaban kulit. Maka itu, Serviss menyarankan jenis perawatan facial, seperti masker, bisa membantu penetrasi produk ke dalam kulit. Pilih masker berbentuk krim yang diperuntukkan untuk kulit kering.
- Kulit berminyak
Kulit berminyak memproduksi minyak lebih dari yang diperlukan kulit. Minyak ini merupakan magnet kotoran, seperti sel kulit mati, bekas riasan, polutan, yang kemudian menyumbat pori-pori. Seiring waktu, penyumbatan menjadi keras, yang bisa diibaratkan plak di bagian gigi. Untuk mengatasi masalah ini, lakukan facial kimia yang menggunakan asam glikolat atau asam salisilat yang akan menembus ke dalam pori-pori dan membersihkan penyumbatan. Kulit berminyak juga membutuhkan tindakan ekstraksi untuk menghilangkan kotoran seperti komedo mengeras di pori-pori.
- Kulit kombinasi
Tipe kulit kombinasi adalah kondisi pada area kulit yang kering dan juga berminyak. Sehingga, kulit membutuhkan perawatan ekstra. Facial dengan enzim, kimia atau mikrodermabrasi bisa dilakukan. Ekstrasi juga dibutuhkan terutama di daerah T untuk mengeluarkan komedo dan membuka penyumbatan pori-pori. Masker juga diperlukan dan jenis yang bisa digunakan adalah masker kolagen untuk membuat wajah lembab dan kondisi kulit stabil.
- Kulit sensitif
Untuk kulit sensitif, perawatan facial yang dilakukan perlu lebih hati-hati. Sebelum melakukan facial, katakan pada terapis bahwa kulit Anda sangat sensitif. Eksfoliasi dalam facial sangat dibutuhkan. Karena itu, pilihlah jenis produk berbasis enzim. Hal itu disebabkan produk berbasis ensim bisa membersihkan kulit efektif dan tidak menimbulkan iritasi. Pilih juga produk yang tidak memiliki aroma. Biasanya, bahan yang menimbulkan aroma harum pada produk facial menimbulkan iritasi kulit.
Sumber: VIVAnews
Maka itu, bukan hanya cermat memakai pembersih dan pelembab wajah, Anda juga perlu menyesuaikan jenis facial dengan tipe kulit. Hal itu karena setiap jenis kulit memiliki kebutuhan khusus dan perawatan berbeda, termasuk saat facial.
Serviss Kathryn, pakar kecantikan dari Bliss yang berbasis di di LA, Amerika Serikat, menyampaikan facial apa saja yang cocok untuk berbagai jenis kulit.
- Kulit kering
Kondisi kulit kering dipicu kekurangan minyak atau lemak alami, sehingga rentan terhadap dehidrasi. Karena kulit kekurangan air, siklus pengelupasan (eksfoliasi) alami kulit melambat. Facial, yang meliputi pengelupasan kulit secara lembut menggunakan enzim adalah cara terbaik membuat kulit kering menjadi lembab dan terlihat cerah.
Kulit kering juga membutuhkan minyak dan air untuk meningkatkan kelembaban kulit. Maka itu, Serviss menyarankan jenis perawatan facial, seperti masker, bisa membantu penetrasi produk ke dalam kulit. Pilih masker berbentuk krim yang diperuntukkan untuk kulit kering.
- Kulit berminyak
Kulit berminyak memproduksi minyak lebih dari yang diperlukan kulit. Minyak ini merupakan magnet kotoran, seperti sel kulit mati, bekas riasan, polutan, yang kemudian menyumbat pori-pori. Seiring waktu, penyumbatan menjadi keras, yang bisa diibaratkan plak di bagian gigi. Untuk mengatasi masalah ini, lakukan facial kimia yang menggunakan asam glikolat atau asam salisilat yang akan menembus ke dalam pori-pori dan membersihkan penyumbatan. Kulit berminyak juga membutuhkan tindakan ekstraksi untuk menghilangkan kotoran seperti komedo mengeras di pori-pori.
- Kulit kombinasi
Tipe kulit kombinasi adalah kondisi pada area kulit yang kering dan juga berminyak. Sehingga, kulit membutuhkan perawatan ekstra. Facial dengan enzim, kimia atau mikrodermabrasi bisa dilakukan. Ekstrasi juga dibutuhkan terutama di daerah T untuk mengeluarkan komedo dan membuka penyumbatan pori-pori. Masker juga diperlukan dan jenis yang bisa digunakan adalah masker kolagen untuk membuat wajah lembab dan kondisi kulit stabil.
- Kulit sensitif
Untuk kulit sensitif, perawatan facial yang dilakukan perlu lebih hati-hati. Sebelum melakukan facial, katakan pada terapis bahwa kulit Anda sangat sensitif. Eksfoliasi dalam facial sangat dibutuhkan. Karena itu, pilihlah jenis produk berbasis enzim. Hal itu disebabkan produk berbasis ensim bisa membersihkan kulit efektif dan tidak menimbulkan iritasi. Pilih juga produk yang tidak memiliki aroma. Biasanya, bahan yang menimbulkan aroma harum pada produk facial menimbulkan iritasi kulit.
Sumber: VIVAnews
Kulit Cantik Tanpa Kuras Kocek
Kulit yang sehat dan bersinar adalah aset kecantikan wanita yang tak ternilai. Maka itu, tak heran jika wanita menghabiskan waktu berjam-jam di salon atau klinik kecantikan untuk merawat kulit tubuh agar senantiasa mulus dan kencang.
Facial dan spa termasuk beberapa cara yang sering ditempuh untuk mempercantik kulit. Namun, perawatan kecantikan ini seringkali menggunakan bahan kimia yang harganya cukup mahal.
Bila Anda ingin merawat kecantikan kulit tanpa menguras isi dompet, ada cara mudah dah murah yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti dikutip dari laman shineyahoo.com. Rasakan sensasi spa di rumah dengan langkah-langkah berikut ini:
1. Berendam di air hangat untuk melembutkan pori-pori kulit.
2. Lalu, sambil berendam, ambil beberapa anggur merah atau hijau tanpa biji dan belah dua. Usapkan potongan anggur pada kulit Anda, mulai dari alis dan bergerak ke arah pelipis. Terus sapu hingga dahi, lalu ke hidung hingga ke pipi.
"Anggur mengandung hydrating glukosa dan antioksidan kuat yang melawan radikal bebas perusak kulit," kata Iwan Berthelot, pakar kecantikan kulit dari Caudalie Vinothérapie Spa, di NYC, AS.
3. Agar kulit lebih halus, bersihkan kulit menggunakan scrub. "Butiran halus dalam produk scrub bisa menyerap sampai ke sel-sel kulit mati. Dengan lembut usapkan ke seluruh bagian tubuh, kecuali wajah, sambil melakukan pijatan perlahan ke kulit selama satu menit,” kata ahli facial selebriti, Kate Somerville.
4. Setelah berendam dan mengeringkan tubuh, Anda bisa melanjutkan dengan melakukan perawatan kulit kaki sendiri. Coba lakukan pedikur di rumah dengan ramuan alami.
Caranya, campurkan sari dari buah anggur, jeruk, atau jus lemon yang telah diambil airnya. Campur ramuan ini dengan air hangat. Lalu, rendam kaki Anda dalam wadah yang berisi ramuan ini.
"Asam jeruk bisa melepaskan kulit mati secara alami," kata Donna Perillo, pemilik Sweet Lily Spa, di NYC.
Setelah lima menit direndam, usapkan tumit dan telapak kaki Anda dengan batu apung. Kemudian pijat seluruh kaki Anda dengan minyak khusus pijat. Setelah itu, bilas dengan air dan oleskan kaki dengan body lotion.
Sumber: VIVAnews
Facial dan spa termasuk beberapa cara yang sering ditempuh untuk mempercantik kulit. Namun, perawatan kecantikan ini seringkali menggunakan bahan kimia yang harganya cukup mahal.
Bila Anda ingin merawat kecantikan kulit tanpa menguras isi dompet, ada cara mudah dah murah yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti dikutip dari laman shineyahoo.com. Rasakan sensasi spa di rumah dengan langkah-langkah berikut ini:
1. Berendam di air hangat untuk melembutkan pori-pori kulit.
2. Lalu, sambil berendam, ambil beberapa anggur merah atau hijau tanpa biji dan belah dua. Usapkan potongan anggur pada kulit Anda, mulai dari alis dan bergerak ke arah pelipis. Terus sapu hingga dahi, lalu ke hidung hingga ke pipi.
"Anggur mengandung hydrating glukosa dan antioksidan kuat yang melawan radikal bebas perusak kulit," kata Iwan Berthelot, pakar kecantikan kulit dari Caudalie Vinothérapie Spa, di NYC, AS.
3. Agar kulit lebih halus, bersihkan kulit menggunakan scrub. "Butiran halus dalam produk scrub bisa menyerap sampai ke sel-sel kulit mati. Dengan lembut usapkan ke seluruh bagian tubuh, kecuali wajah, sambil melakukan pijatan perlahan ke kulit selama satu menit,” kata ahli facial selebriti, Kate Somerville.
4. Setelah berendam dan mengeringkan tubuh, Anda bisa melanjutkan dengan melakukan perawatan kulit kaki sendiri. Coba lakukan pedikur di rumah dengan ramuan alami.
Caranya, campurkan sari dari buah anggur, jeruk, atau jus lemon yang telah diambil airnya. Campur ramuan ini dengan air hangat. Lalu, rendam kaki Anda dalam wadah yang berisi ramuan ini.
"Asam jeruk bisa melepaskan kulit mati secara alami," kata Donna Perillo, pemilik Sweet Lily Spa, di NYC.
Setelah lima menit direndam, usapkan tumit dan telapak kaki Anda dengan batu apung. Kemudian pijat seluruh kaki Anda dengan minyak khusus pijat. Setelah itu, bilas dengan air dan oleskan kaki dengan body lotion.
Sumber: VIVAnews
Perawatan Saat Terbakar Sinar Matahari
Ketika pergi ke dataran tinggi, seringkali Anda malas menggunakan krim pelindung kulit dari sinar matahari. Biasanya karena udara sangat dingin dan menganggap sinar matahari tidak terlalu terik.
Tetapi, efeknya bisa dilihat beberapa jam kemudian, kulit menghitam dan mengelupas karena terbakar matahari. Untuk mengatasi masalah ini agar tidak makin parah, ada empat cara yang bisa dilakukan.
1. Mandi air dingin
Jika kulit mengelupas, hal yang pertama harus dilakukan adalah mandi dengan air dingin. Hal itu akan membuat kulit lebih baik dan memperlambat proses pengelupasan. Saat mengeringkan kulit, pastikan handuk yang digunakan berbulu lembut dan bersih, untuk menghindari rasa perih dan memperlebar pengelupasan kulit.
2. Berikan pelembab
Setelah mandi, gunakan pelembab kulit yang memang dikhususkan untuk merawat kulit terbakar. Biasanya pelembab tersebut mengandung ekstrak aloe vera. Anda juga bisa menggunakan gel aloe vera murni. Kulit akan terasa dingin dan pengelupasan menjadi tidak terlalu perih. Zat dalam aloe vera juga anti inflamasi, sehingga kulit terhindar dari infeksi.
3. Minum air putih
Diperlukan juga perawatan dari dalam, yaitu dengan minum banyak air putih. Hal ini bisa membuat penyembuhan lebih cepat. Minumlah lebih banyak dari biasanya atau konsumsi buah yang mengandung banyak air. Nutrisi dari dalam sangat dibutuhkan untuk membuat kulit kembali normal.
4. Jangan digaruk dan dikelupas
Kulit yang mengelupas memang terasa sangat gatal. Tetapi, usahkan untuk tidak menggaruknya apalagi mengelupasnya secara paksa. Hal ini bisa menimbulkan luka permanen, dan rasa perih yang luar biasa. Lalu, jika tangan Anda dalam keadaan kotor kemudian mengelupas kulit, risikonya adalah infeksi.
Sumber: VIVAnews
Tetapi, efeknya bisa dilihat beberapa jam kemudian, kulit menghitam dan mengelupas karena terbakar matahari. Untuk mengatasi masalah ini agar tidak makin parah, ada empat cara yang bisa dilakukan.
1. Mandi air dingin
Jika kulit mengelupas, hal yang pertama harus dilakukan adalah mandi dengan air dingin. Hal itu akan membuat kulit lebih baik dan memperlambat proses pengelupasan. Saat mengeringkan kulit, pastikan handuk yang digunakan berbulu lembut dan bersih, untuk menghindari rasa perih dan memperlebar pengelupasan kulit.
2. Berikan pelembab
Setelah mandi, gunakan pelembab kulit yang memang dikhususkan untuk merawat kulit terbakar. Biasanya pelembab tersebut mengandung ekstrak aloe vera. Anda juga bisa menggunakan gel aloe vera murni. Kulit akan terasa dingin dan pengelupasan menjadi tidak terlalu perih. Zat dalam aloe vera juga anti inflamasi, sehingga kulit terhindar dari infeksi.
3. Minum air putih
Diperlukan juga perawatan dari dalam, yaitu dengan minum banyak air putih. Hal ini bisa membuat penyembuhan lebih cepat. Minumlah lebih banyak dari biasanya atau konsumsi buah yang mengandung banyak air. Nutrisi dari dalam sangat dibutuhkan untuk membuat kulit kembali normal.
4. Jangan digaruk dan dikelupas
Kulit yang mengelupas memang terasa sangat gatal. Tetapi, usahkan untuk tidak menggaruknya apalagi mengelupasnya secara paksa. Hal ini bisa menimbulkan luka permanen, dan rasa perih yang luar biasa. Lalu, jika tangan Anda dalam keadaan kotor kemudian mengelupas kulit, risikonya adalah infeksi.
Sumber: VIVAnews
Langganan:
Postingan (Atom)
