Jumat, 28 Mei 2010

Seorang Anak Penyandang Tuna Grahita 2

Raih Emas
Di SLB, Chahyo seakan menemukan habitatnya yang kondusif. Di antara teman-teman SLB, Chahyo menjadi idola terutama di kalangan kaum hawa. "Iya benar…saya menjadi idola dan banyak ceweknya," kata Chahyo membenarkan sambil tersipu malu.

"Sampai-sampai ada beberapa cewek yang mengidolakan Chahyo mentransfer pulsa untuknya," kata Esti bangga.

Kharisma yang terpancar dari Chahyo itu semakin nyata ketika dia menunjukkan kemampuannya dalam bidang olah raga, khususnya tenis meja. Catatan prestasi Chahyo dalam bidang ini terus terukir, di antaranya juara I tenis meja perseorangan pada Pekan Olah Raga Tunagrahita Nasional tahun 2006 dan juara III dalam Pekan Olah Raga Tunagrahita Daerah DKI setahun kemudian.

Chahyo yang mulai direkrut Special Olympics Indonesia (SOIna) sejak kelas 5 SD dinyatakan lulus seleksi oleh untuk mengikuti lomba snowshoeing (lari di atas salju) dalam rangka olimpiade musim dingin tunagrahita internasional 2009 di Idaho Amerika Serikat yang berlangsung pada 7-13 Februari 2009. Olimpiade yang mempertandingkan 7 cabang ini diikuti kira-kira 2.500 atlet tunagrahita dari lebih 100 negara. SOIna sendiri mengirimkan 3 altet yang satu di antaranya adalah Chahyo.

Pada pertandingan tersebut Chahyo mendapatkan emas untuk nomor 100 m dan perunggu nomor 200 m. Sedangkan 2 atlet yang lain: Abdul Hadi (24) yang mendapat emas pada nomor 400 m dan Johannes Nugorho Kurniawan (36) yang mendapat perunggu untuk nomor 50 m dan ribbon untuk nomor 25 m.

Punya Pacar
Dalam kehidupan sehari-hari, penyandang tunagrahita kerap dipandang sebelah mata. Dari fisik saja mungkin tidak banyak yang tertarik, apalagi mau mengenal lebih jauh. Selain itu, dari penyandang tunagrahita sendiri mungkin masih dikungkung oleh harga diri rendah.

"Ini tidak terjadi pada Chahyo. Dia itu orangnya mau maju dan mau berguna bagi banyak orang sekalipun memiliki keterbatasan," tutur Esti.

Setelah lulus dari SMA di SLB Budi Daya, Chahyo kursus otomotif selama 3 bulan. Setelah itu, Chahyo bekerja selama sebulan sebagai waitress di Taman Hek Restoran Kramat Jati. Bulan berikutnya, ia bekerja di pabrik tissue Condet sebagai pengepak selama sebulan. Yang menarik, Chahyo saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia Fakultas Politeknik jurusan Mesin semester 1.

"Sejuah ini saya, alhamdullilah, dapat mengikuti kuliah. Saya mulai tertarik dengan mesin setelah melihat kakak saya Fidi yang membuka bengkel motor di rumah," kata Chahyo.

Chahyo bisa meraih pencapaian sejauh ini berkat dukungan dari penuh keluarganya: kedua orangtua dan 4 saudaranya. "Dia sangat istimewa dalam keluarga. Kami lindungi dan terus memberi semangat padanya," kata Esti.

"Kami, saudara-saudaranya, sering bercanda dengan dia. Kami pun siap membantu dan mendengar segala ungkapan hatinya, entah itu soal aktivitasnya, pengaduannya ketika diomongin orang lain di belakang sampai soal ketertarikannya pada cewek," tutur Fidi.


Chahyo yang mengaku telah punya pacar kelas 2 SMA di sekolah biasa ini bertekat untuk terus berlatih dan berlatih. Harapannya prestasi demi prestasi dapat terus diukirnya pada waktu-waktu mendatang. "Selain itu, saya sebenarnya bercita-cita mau menjadi polisi," harap Chahyo.

Ada banyak orang yang memiliki keterbatasan, tetapi ternyata hanya sedikit saja yang secara positif mengasah dan mengembangkan potensi yang ada dalam keterbatasannya itu. Chahyo adalah salah satu dari sedikit orang tersebut.

Seorang Anak Penyandang Tuna Grahita 1

Penyandang Tuna Grahita Itu Raih Emas di Amerika
Rabu, 18 Februari 2009 | 22:09 WIB
Fransiskus Asisi Agung Setiawan
Chahyo Estiadi Budi Syahputro dengan medali emasnya
TERKAIT:

* Aksi Penyandang Cacat Pukau Penonton di GKJ

BEGITU mendengar keterangan soal anaknya Chahyo Estiadi Budi Syahputro dari tetangga yang mengunjunginya, napas Ibu Esti seakan tertahan. Radang usus yang sudah tak dipikirkannya lagi membuatnya mengerang perih. Tak terasa sudah hampir 2 bulan ia terbaring di rumah sakit. Namun ia tidak bisa berbuat banyak untuk anaknya.

"Chahyo hampir setiap hari jatuh dari tempat tidur sejak ibu dirawat," kata tetangga itu sebagaimana dikenang Esti.

Esti, ibu Chahyo, dirawat selama 2 bulan di rumah sakit karena radang usus. Sepanjang waktu itu, Chahyo yang dijaga oleh pengasuh hampir setiap hari jatuh dari tempat tidur. Umur Chahyo, yang lahir di Jakarta 17 November 1987, saat itu berumur 1,5 tahun.

Koma 3 Hari
"Saya tidak melihat ada perubahan dalam diri Chahyo sejak dari terakhir ia jatuh. Namun 6 bulan kemudian mulai kelihatan sebenarnya apa yang terjadi pada anak saya," tutur Esti yang tinggal di Kecamatan Keramat Jati ini.

Esti mengenang, pada 23 Desember, saat mentari beranjak mendekati titik puncak, tiba-tiba Chahyo kejang-kejang di dalam bus. Saat itu mereka dalam perjalanan ke Gelael untuk belanja setelah Esti mendapatkan voucher.

Seketika itu juga anak malang tersebut di antar ke Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia, Jakarta Timur. Chahyo langsung koma selama 3 hari. Selama perawatan 2 bulan Chahyo sempat diambil cairan sumsum tulang belakangnya untuk diperiksa. Menurut dokter, Chahyo mengalami radang otak yang diakibatkan benturan kepala Chahyo ke lantai, saat jatuh dari tempat tidur. Dan itu terjadi hampir setiap hari selama 2 bulan.

Lepas dari masa kritis, perkembangan Chahyo mulai terlihat berbeda dengan anak-anak seusianya. Chahyo mengalami kelumpuhan sementara, sehingga baru pada umur 2,5 tahun ia bisa berjalan. Sebelumnya, ia selalu menyeret kakinya jika berjalan. Selain itu, Chahyo juga cadel ketika berbicara dan sulit menangkap jika diajak berkomunikasi.

Sekalipun demikian Chahyo yang dikenal periang dan ramah ini tetap menapaki jalur akademis. 2 tahun dihabiskannya di TK Respatih Keramat Jati. Lalu ia melanjutkan ke SD 010 di Batu Ampar, tetapi hanya sampai kelas 2 SD. Maklumlah Intelligence Quotient-nya (IQ) hanya 70. "Anak saya tidak bisa mengikuti pelajaran. Oleh karena itu saya pindahkan dia ke SLB (Sekolah Luar Biasa) Budi Daya Cijantung," kata Esti.

Menurut psikolog, IQ di bawah 70 membuat seseorang lamban dalam berpikir dan belajar serta mengalami kesulitan dalam berbicara. Kepada mereka ini tidak lagi dikatakan mental retardation (cacat mental) karena dinilai akan semakin merendahkannya, tetapi mereka memiliki keterbatasan intelektual atau intellectual disabilities.

Taman untuk Anak Kebutuhan Khusus

Gina Valdez dan anaknya 8 tahun di ayunan yang dirancang khusus ditetapkan pada Morgan Wonderland.RC Perancis Fotografi Gina Valdez dan anaknya 8 tahun di sebuah ayunan yang dirancang khusus ditetapkan pada Morgan's Wonderland.

Morgan's Wonderland, yang dijuluki sebagai pertama di dunia "taman keluarga sangat menyenangkan yang dapat diakses" dirancang khusus untuk anak-anak dan orang dewasa dengan kebutuhan khusus, dijadwalkan untuk membuka 10 April sebelah timur laut San Antonio.

Taman ini adalah gagasan Gordon Hartman, seorang filantropis dan mantan pengusaha, yang bernama itu setelah 16 tahun putrinya perkembangannya dinonaktifkan.

"Taman adalah tentang inklusi," kata Mr Hartman, yang dibangun dengan biaya $ 32.500.000. "Ini tentang mengembangkan sebuah taman dimana kebutuhan khusus anak-anak datang pertama."

Dalam merancang Morgan's Wonderland, Mr Hartman berbalik konsultan tidak profesional tapi menjadi "orang-orang yang menangani ini setiap hari," katanya. "Aku forum publik. Aku berkata, "Aku berpikir tentang membangun taman ini. Katakan apa yang kau ingin. ""

Taman 25 hektar, dibangun di atas sebuah tambang batu ditinggalkan, benar-benar dapat diakses kursi roda, dari swings untuk melatih rides. Ada juga fitur tempat-tempat seperti Desa Sensory, dimana para tamu berinteraksi dalam membuat-percaya tempat-tempat seperti toko mobil dan sebuah studio TV. Ada juga Lingkaran Pasir, semacam kotak pasir raksasa yang dirancang untuk anak-anak di kursi roda.

Pendaftaran untuk tamu khusus kebutuhan dan anak-anak di bawah 3 adalah gratis, dan $ 5 untuk menemani anggota keluarga, teman dan wali. (Reservasi diperlukan.)

Indonesian Conference on Children with Special needs-Multi Perspective on Inclusion

akarta, – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen DIKTI), Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia berkolaborasi dengan IndoCARE (Indonesia Centre for Autism Resource and Expertise) mengadakan konferensi pers di gedung DIKTI Kemendiknas, Jakarta, dengan narasumber Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal, Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Muchlas Samani dan Chairman of Indocare, Juny Gunawan, Senin (1/3) Sore.
Dalam keterangan pers wamendiknas menyampaikan, “Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan memperbanyak keberadaan sekolah inklusi. Saat ini terdapat 811 sekolah inklusi dengan 15.144 siswa. Mereka yang belajar di sekolah inklusi adalah gabungan siswa normal pada umumnya dan siswa berkebutuhan khusus,” katanya.
“Indonesia melakukan pendidikan yang mengarah kepada inclusive educationdengan memasukkan sebanyak mungkin potensi anak dengan kebutuhan khusus ke dalam sistem sekolah formal,” kata Fasli.
Fasli menyampaikan, meskipun anak-anak ini memerlukan kebutuhan khusus, tetapi kalau dimasukkan bersama-sama anak-anak normal lainnya justru lebih cepat kesembuhannya. Anak itu, kata dia, merasa tidak terasing dan bisa mengikuti apa yang dilakukan teman-temannya di sekolah inklusif. “Anak-anak normal, keluarga, dan guru, juga makin tahu bagaimana melayani anak berkebutuhan khusus ini. Akan kita kembangkan di seluruh provinsi dan masuk ke kabupaten dan kota,” ujarnya.
Kemendiknas, kata Fasli, akan berupaya memberikan penyadaran kepada guru dan kepala sekolah agar tidak melihat keberadaan siswa berkebutuhan khusus di sekolahnya sebagai beban. Menurut dia, hal ini adalah tugas mulia yang harus diemban. “Justru mereka yang seharusnya terpanggil bagaimana memberikan akses pendidikan yang bermutu kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus ini. Mudah-mudahan orang tua dan pengambil kebijakan seperti DPR dan DPRD juga menuntut supaya pelayanan publik untuk anak-anak ini jangan sampai menjadi kelas dua dan sama dengan anak-anak yang lain,” katanya.
Fasli menyampaikan, Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi tentang anak dengan kebutuhan khusus atau Indonesian Conference on Children with Special Needs. Acara yang akan diselenggarakan pada 11-12 Maret 2010 ini terbuka bagi guru, orang tua, dan tokoh-tokoh masyarakat di seluruh Indonesia. “Seminar akan membahas dari multi perspektif baik dari sisi keilmuan dari sudut psikologi, pedagogi, kesehatan, dan gizi maupun juga dari orangnya, ada orang tua, tokoh
masyarakat, guru, birokrasi, dan legislatif,” katanya.
Untuk mengembangkan sekolah inklusi ini, kata Fasli, pemerintah akan memperbaiki sistem pelatihan guru, mengembangkan Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (P4TK TK dan PLB) di Bandung, Jawa Barat, dan memberikan insentif bagi sekolah-sekolah yang mau mencanangkan dirinya menjadi sekolah inklusif. “Sekolah bisa melakukan pelatihan lokal. Pelatihnya bisa outsource, tapi dananya kita berikan ke sekolah,” katanya.
Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Muchlas Samani, menyampaikan, guru-guru yang sekolahnya berminat menjadi sekolah inklusi akan diberikan pelatihan khusus. Selain itu, akan ada pembimbing khusus yang akan mengajar dari satu kelas ke kelas lainnya. “Harapannya makin banyak sekolah yang mau menerima anak-anak yang punya kebutuhan khusus,” katanya.
Pengurus Indocare, Juny Gunawan, mengatakan, pelatihan praktis diberikan kepada guru dan terapis. Selain itu, ada modul pelatihan bagi pendamping yang mengasuh. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang khusus menangani anak-anak autis usia 2-8 tahun ini juga akan melibatkan lulusan SMK Sosial untuk dibina dengan modul-modul vokasional menjadi guru di rumah. “Nanti lama-lama akan jadi guru di sekolah atau menjadi shadow teacher,” katanya.
2 Votes

6 Maret 2010 alhafizh84
Kategori: Info Pendidikan Tag: berita asing, berita manca negara, internet, internet sehat, KETERAMPILAN, komputer, konferensi, pendidikan, pendidikan anak, pendidikan internet, pendidikan Islam, pendidikan jasmani, pendidikan komputer, pendidikan rohani

Sumber : BLOG GURU SMP 1 kikim Barat Kabupaten Lahat

Gamelan, Terpai untuk Anak Khusus

Bermain musik memang bermanfaat untuk anak-anak berkebutuhan khusus. "Sangat menyenangkan," ucap Defry, anggota kelompok gamelan Sekolah Luar Biasa Wimar Asih usai tampil pada peringatan Hari Anak Nasional di Darmawangsa Square, Jakarta Selatan, Ahad (27/7).

Walau menderita keterbelakangan mental, Defry cukup piawai dan bersemangat ikut serta mengalunkan musik dari perangkat gamelan. Bagi remaja 18 tahun ini, bermain gamelan memberinya kepuasan tersendiri.

Acara di Darmawangsa Square bukan satu-satunya acara bertema anak-anak di Ibu Kota sepanjang Ahad ini. Puluhan instansi mulai dari pemadam kebakaran hingga TNI Angkatan Udara menggelar berbagai kios dan permainan di Jalan Thamrin. Puluhan ribu anak dari berbagai sekolah sekitar Jakarta termasuk anak-anak jalanan datang dan bermain.

Sumber: Liputan 6.com

Latihan Tidur untuk Anak Khusus

Meskipun hampir semua anak yang khusus bisa tidur biasa, tapi itu mungkin tidak mudah untuk semua anak khusus dari pada anak yang normal.

Ada disini titik-titik bisa membantu anda berlatih anak khusus tidur secara biasa:
1) Disiapkan: Mengerti bahwa itu mungkin perlukan waktu sedikit lama menidurkan anak khusus ke tempat tidur dari pada anak biasa lain.

2) Dapat Bantuan: Tidak menjadi malu minta bantuan oleh anggota keluarga anda dan teman-teman anda. Anda akan perlu banyak kerja bagi anda dan pasti akan kesulitan di jalan ini. Anda perlu isitrahat untuk diri sekali-kali.

3) Melihat keperluan Dia: Meskipun, hampir semua latihan tidur keterlibatan teknik kognitif dan perilaku, anak penyakit down syndrome contohnya mungkin sakit dengan masalah pernapasan. Untuk banyak anak penyakit down syndrome, operasi amandel membantu masalah pernapasan.

4) Menetapkan rutin terstruktur: Menetapkan rutin terstruktur akan membantu anak anda mengerti bahwa ada waktu tetap untuk kerja biasa sehari dan tidur juga satu kegiatan dalam kegiatan-kegiatan biasa sehari-hari.

5) Ketepatan Waktu: Memastikan bahwa waktu tidur hampir sama setiap malam.

6) Merasa Terikat Dengan: Latihan tidur untuk anak khusus perlu kesungguhan. Jika anda menyerahkan setelah beberapa hari, anak anda akan mempunyai ketetapan hati tidak mau tidur waktu tepat.

Tips Mata Indah 2

Mata Indah

Setelah mengetahui beberapa masalah yang terjadi pada penampilan mata, maka bagaimana caranya agar mata Anda tetap tampil menarik? Agar terhindar dari masalah-masalah penampilan mata tersebut dan menjaga mata tetap berbinar, Anda dapat melakukan pencegahan dan melakukan berbagai perawatan untuk mata. Perawatannya mudah dan dapat dilakukan di rumah. Berikut ini beberapa tips kecantikan untuk membuat mata tetap indah.

*
Bersihkan mata dari kosmetik sebelum tidur
Bila tidak dibersihkan, sisa kosmetik akan menyumbat pori-pori. Untuk membersihkan bagian mata, sebaiknya gunakan pembersih mata khusus mata, karena mata memiliki bagian yang lebih sensitif dibandingkan bagian wajah lain. Atau gunakan susu murni untuk membersihkannya. Setelah itu, oleskan krim mata yang akan membantu merawat mata pada malam hari.
*
Lindungi mata dari sinar matahari
Saat beraktivitas di siang hari di luar ruangan, pastikan untuk menggunakan tabir surya atau gunakan eye gel untuk untuk menyegarkan mata. Sebaiknya, gunakan kacamata yang dapat melindungi dari sinar ultraviolet, atau gunakan payung atau topi.
*
Cukup minum air putih
Hal ini dapat mencegah terjadinya dehidrasi yang berarti dapat mencegah timbulnya keriput pada mata.
*
Konsumsi buah dan sayuran
Kandungan mineral, vitamin pada buah merupakan nutrisi yang berguna untuk kecantikan mata, disamping juga bermanfaat untuk kulit dan kesehatan tubuh. Terutama, kandungan vitamin C pada buah atau sayur dapat membantu pembentukan kolagen yang menambah elastisitas mata.
*
Hindari untuk mengucek mata
Apabila tangan yang kotor digunakan untuk mengucek mata, hal ini dapat menyebabkan iritasi mata.
*
Kompres mata
Kompres menggunakan potongan kentang atau mentimun selama 10 menit berguna untuk mengurangi lingkaran hitam. Untuk memperlancar peredaran darah pada mata, mata dapat dikompres menggunakan es batu dan diusapkan di sekeliling mata. Sebagai antiseptik untuk mata, masukkan daun sirih pada air panas, dan biarkan uap air mengenai mata Anda.

Setelah melakukan perawatan mata, perhatikan juga kebiasaan Anda sehari-hari karena kebiasaan buruk seseorang dapat memicu penuaan dini. Antara lain kebiasaan merokok, stres, kurang tidur, atau alergi pada kosmetik tertentu. Perhatikan juga tanggal kadaluwarsa kosmetik agar tidak mengalami iritasi.

Mata dapat mengkomunikasikan sikap dan emosi kita. Mata bisa menunjukkan kekagetan atau ketakutan. Bahkan mata dapat mencerminkan keibaan hati atau perasaan kasih sayang. Kadang-kadang, mata dapat menyatakan keraguan atau kepedihan. Mata bisa berbicara. Oleh karena itu, jadikan mata Anda menjadi mata indah yang mempesona.