1. Opiat (heroin, morfin, ganja)
- perasaan senang dan bahagia
- acuh tak acuh (apati)
- malas bergerak
- mengantuk
- rasa mual
- bicara cadel
- pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
- gangguan perhatian/daya ingat
2. Ganja
- rasa senang dan bahagia
- santai dan lemah
- acuh tak acuh
- mata merah
- nafsu makan meningkat
- mulut kering
- pengendalian diri kurang
- sering menguap/ngantuk
- kurang konsentrasi
- depresi
3. Amfetamin (shabu, ekstasi)
- kewaspadaan meningkat
- bergairah
- rasa senang, bahagia
- pupil mata melebar
- denyut nadi dan tekanan darah meningkat
- sukar tidur/ insomnia
- hilang nafsu makan
4. Kokain
- denyut jantung cepat
- agitasi psikomotor/gelisah
- euforia/rasa gembira berlebihan
- rasa harga diri meningkat
- banyak bicara
- kewaspadaan meningkat
- kejang
- pupil (manik mata) melebar
- tekanan darah meningkat
- berkeringat/rasa dingin
- mual/muntah
- mudah berkelahi
- psikosis
- perdarahan darah otak
- penyumbatan pembuluh darah
- nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
- distonia (kekakuan otot leher)
5. Alkohol
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian
- nafas bau alkohol
6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian
Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adiktif
a. Fisik
- berat badan turun drastis
- mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
- tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat
bekas suntikan
- buang air besar dan kecil kurang lancar
- sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas
b. Emosi
- sangat sensitif dan cepat bosan
- bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
- emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
- nafsu makan tidak menentu
c. Perilaku
- malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
- menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
- sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit
dan pulang lewat tengah malam
- suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan
barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga
miliknya, banyak yang hilang
- selalu kehabisan uang
- waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang
gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya
- takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi
- sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
“putus zat”
- sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya,
seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
- sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
- mengalami jantung berdebar-debar
- sering menguap
- mengeluarkan air mata berlebihan
- mengeluarkan keringat berlebihan
- sering mengalami mimpi buruk
- mengalami nyeri kepala
- mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi
Rabu, 09 Maret 2011
Menghadapi Menopause Dengan Jus Pepaya
Bila tiap tanggal 18 Oktober ditetapkan sebagai hari khusus bagi perempuan yang menghadapi masalah akibat habisnya hormon estrogen dalam tubuhnya, jelas masyarakat internasional tidak bermaksud mengajak para perempuan berumur untuk bersedih hati.
Sebaliknya-sebagaimana dijelaskan pengurus Perkumpulan Menaopause Indonesia (Permin) Cabang DI Yogyakarta, Rabu, di Yogyakarta—tujuan penetapan hari itu ada dua. Yang pertama, hendak menyosialisasikan apa sebenarnya proses menopause, dan kedua bagaimana kiat tetap bahagia menghadapi menopause yang secara alamiah biasanya memang diikuti dengan berbagai penurunan fungsi fisik perempuan.
Prof dr Mochamad Anwar Mmed St SpOG, Ketua Permin DIY menjelaskan, di muka bumi ini menurut perhitungan para ilmuwan pada tahun 2030 mendatang diperkirakan jumlah perempuan yang memasuki masa menopause akan mencapai 1,2 milyar orang. Itu artinya sebanyak 1,2 milyar perempuan akan memasuki usia lebih 50 tahun, dan angka itu merupakan tiga kali lipat angka sensus tahun 1990 tentang jumlah perempuan menopause.
Khusus di Indonesia, menurut dr Zein Alkaff SpOG, Ketua Bagian Kebidanan dan Kandungan RSUP Dr Sardjito, perempuan yang memasuki masa menopause—ditandai dengan berhentinya menstruasi dan secara umum terjadi setelah usia 51 tahun—jumlahnya mencapai sekitar 15 juta orang.
Sedikit guyon, tapi hendaknya jangan dmasukkan kehati, Dr Mohammad Anwar mengemukakan, “Doa kita agar kita diberi umur panjang memang dikabulkan. Tetapi ya akibatnya banyak perempuan memasuki masa menopause. Dan memasuki masa menopause, bukanlah tanpa risiko,” ujar Prof Anwar, ahli ginekologi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Masa menopause, jika tidak ditangani dengan baik, memang akan menimbulkan problem. Risiko yang dimaksud, menurut dr Zein Alkaff, ada tiga besar yaitu terkena serangan jantung (cardio vasculer), kedua terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis), dan ketiga adalah gejala pikun (alzehimer).
“Apa yang terjadi pada perempuan setelah usia 51 tahun? Mulai usia 45 tahun, perempuan sebenarnya sudah mulai memasuki masa peralihan dan ditandai dengan gejala pusing, terasa tertusuk-tusuk di bahu dan leher, linu-linu di sekujur badan, dan mudah marah. Maka pertempuan usia seperti itu biasanya lalu cerewet. Makanya tidak ada kakek cerewet, tetapi nenek cerewet yang ad
a,” ujar dr Zein Alkaff serius.
Gejala dan tanda-tanda pada masa perimenopause (perpindahan) antara lain berupa gejolak panas (hot flushes),pusing, siklus haid tidak teratur dan pembawaan sifat pelupa, perasaan tegang disertai nyeri otot dan sendi. Demikian pula perasaan mudah tersinggung dan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum, depresi dengan sakit kepala/migrain, kurang percaya diri/dispareunia, susah tidur, dan adanya atrofi vagina dan kering, mudah lelah, kurang tenaga disertai gatal daerah labia, napas pendek, keputihan, gelisah, dan kandung kemih disuria.
Mengapa demikian? Inilah hal alamiah, tetapi sering tidak dipahami perempuan menjalani masa menopause, dan termasuk para suami yang mendampingi mereka. Akibatnya mudah diduga: Rumah tangga gampang goyah, sementara kehidupan romance Suami- isteri juga merosot.
Salah satu sebab utama penurunan kondisi fisik perempuan adalah akibat makin hilangnya hormon estrogen yang selama ini bisa mempertahanakan kemudaan orang. Pada usia yang sama, anehnya proses-proses seperti itu tidak terjadi pada pria secepat pada perempuan.
Menopause adalah istilah yang digunakan untuk perempuan. Andropause adalah istilah yang digunakan bagi kaum ppria. Menopause adalah masa di mana indung telur perempun tidak mengeluarkan telur lagi. Itu berarti fungsi ganda indung telur memproduksi hormon dan alat reproduksi sudah makin menurun fungsinya. Dalam bahasa ilmiah, penyebab terjadinya menopause adalah habisnya bosit dan folikel primordial pada indung telur sehingga berakibat berhentinya produksi estrogen.
Hal ini berbeda dari kondisi pria yaitu testis (buah zakar) pada usia berapa pun tetap berfungsi sebagai hormonal meski fungsi pertama ini mengalami penurunan, dan alat reproduksi tetap efektif.
Maka bila artis Christine Hakim kita tonton di televisi menawarkan iklan susu penambah zat kapur, iklan tentang zat kalsium tersebut memang menggambarkan kenyataan “ancaman” alamiah yang dihadapi perempuan.
Dokter Hasto Wardoyo SpOG dan Dr Ova Emilia SpOG menambahkan, pada usia 45 tahun itulah perempuan dianjurkan mengonsumsi obat hormonal maupun melakukan terapi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung hormon estrogen. Di Indonesia banyak makanan dan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan yaitu tempe, pepaya, bengkuang, dan buah terong yang biasanya digunakan untuk sayuran.
Suplementasi estrogen melalui obat diperlukan bagi perempuan menopause yang mengalami gangguan serius. Dianjurkan, langkah preventif sejak usia 45 dilakukan daripada cara pengobatan dengan mengeluarkan bulanan antara Rp 80.000-Rp 100.000 untuk satu strip obat berisi 30 butir.
“Ada proses yang pasti terjadi pada perempuan yaitu proses osteoporosis. Secara umum, perempuan akan kehilangan massa tulangnya antara 40-60 persen, lebih besar dibanding pria. Oleh sebab itu mengbnsumsi kalsium penting sekali pada usia setengah baya,” papar dr Hasto Wardoyo.
Dan untuk mendapatkan hubungan seksual yang tetap harmonis pada usia 51 tahun, selain mengonsumsi buah-buahan seperti jus pepaya atau jus bengkuang misalnya, beberapa kelompok olahraga usia lanjut di berbagai kota membuktikan pulihnya otot-otot dan hormon perempuan itu. (nar/hrd)
Sumber : Kompas, Minggu, 21 Oktober 2001
Sebaliknya-sebagaimana dijelaskan pengurus Perkumpulan Menaopause Indonesia (Permin) Cabang DI Yogyakarta, Rabu, di Yogyakarta—tujuan penetapan hari itu ada dua. Yang pertama, hendak menyosialisasikan apa sebenarnya proses menopause, dan kedua bagaimana kiat tetap bahagia menghadapi menopause yang secara alamiah biasanya memang diikuti dengan berbagai penurunan fungsi fisik perempuan.
Prof dr Mochamad Anwar Mmed St SpOG, Ketua Permin DIY menjelaskan, di muka bumi ini menurut perhitungan para ilmuwan pada tahun 2030 mendatang diperkirakan jumlah perempuan yang memasuki masa menopause akan mencapai 1,2 milyar orang. Itu artinya sebanyak 1,2 milyar perempuan akan memasuki usia lebih 50 tahun, dan angka itu merupakan tiga kali lipat angka sensus tahun 1990 tentang jumlah perempuan menopause.
Khusus di Indonesia, menurut dr Zein Alkaff SpOG, Ketua Bagian Kebidanan dan Kandungan RSUP Dr Sardjito, perempuan yang memasuki masa menopause—ditandai dengan berhentinya menstruasi dan secara umum terjadi setelah usia 51 tahun—jumlahnya mencapai sekitar 15 juta orang.
Sedikit guyon, tapi hendaknya jangan dmasukkan kehati, Dr Mohammad Anwar mengemukakan, “Doa kita agar kita diberi umur panjang memang dikabulkan. Tetapi ya akibatnya banyak perempuan memasuki masa menopause. Dan memasuki masa menopause, bukanlah tanpa risiko,” ujar Prof Anwar, ahli ginekologi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Masa menopause, jika tidak ditangani dengan baik, memang akan menimbulkan problem. Risiko yang dimaksud, menurut dr Zein Alkaff, ada tiga besar yaitu terkena serangan jantung (cardio vasculer), kedua terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis), dan ketiga adalah gejala pikun (alzehimer).
“Apa yang terjadi pada perempuan setelah usia 51 tahun? Mulai usia 45 tahun, perempuan sebenarnya sudah mulai memasuki masa peralihan dan ditandai dengan gejala pusing, terasa tertusuk-tusuk di bahu dan leher, linu-linu di sekujur badan, dan mudah marah. Maka pertempuan usia seperti itu biasanya lalu cerewet. Makanya tidak ada kakek cerewet, tetapi nenek cerewet yang ad
a,” ujar dr Zein Alkaff serius.
Gejala dan tanda-tanda pada masa perimenopause (perpindahan) antara lain berupa gejolak panas (hot flushes),pusing, siklus haid tidak teratur dan pembawaan sifat pelupa, perasaan tegang disertai nyeri otot dan sendi. Demikian pula perasaan mudah tersinggung dan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum, depresi dengan sakit kepala/migrain, kurang percaya diri/dispareunia, susah tidur, dan adanya atrofi vagina dan kering, mudah lelah, kurang tenaga disertai gatal daerah labia, napas pendek, keputihan, gelisah, dan kandung kemih disuria.
Mengapa demikian? Inilah hal alamiah, tetapi sering tidak dipahami perempuan menjalani masa menopause, dan termasuk para suami yang mendampingi mereka. Akibatnya mudah diduga: Rumah tangga gampang goyah, sementara kehidupan romance Suami- isteri juga merosot.
Salah satu sebab utama penurunan kondisi fisik perempuan adalah akibat makin hilangnya hormon estrogen yang selama ini bisa mempertahanakan kemudaan orang. Pada usia yang sama, anehnya proses-proses seperti itu tidak terjadi pada pria secepat pada perempuan.
Menopause adalah istilah yang digunakan untuk perempuan. Andropause adalah istilah yang digunakan bagi kaum ppria. Menopause adalah masa di mana indung telur perempun tidak mengeluarkan telur lagi. Itu berarti fungsi ganda indung telur memproduksi hormon dan alat reproduksi sudah makin menurun fungsinya. Dalam bahasa ilmiah, penyebab terjadinya menopause adalah habisnya bosit dan folikel primordial pada indung telur sehingga berakibat berhentinya produksi estrogen.
Hal ini berbeda dari kondisi pria yaitu testis (buah zakar) pada usia berapa pun tetap berfungsi sebagai hormonal meski fungsi pertama ini mengalami penurunan, dan alat reproduksi tetap efektif.
Maka bila artis Christine Hakim kita tonton di televisi menawarkan iklan susu penambah zat kapur, iklan tentang zat kalsium tersebut memang menggambarkan kenyataan “ancaman” alamiah yang dihadapi perempuan.
Dokter Hasto Wardoyo SpOG dan Dr Ova Emilia SpOG menambahkan, pada usia 45 tahun itulah perempuan dianjurkan mengonsumsi obat hormonal maupun melakukan terapi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung hormon estrogen. Di Indonesia banyak makanan dan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan yaitu tempe, pepaya, bengkuang, dan buah terong yang biasanya digunakan untuk sayuran.
Suplementasi estrogen melalui obat diperlukan bagi perempuan menopause yang mengalami gangguan serius. Dianjurkan, langkah preventif sejak usia 45 dilakukan daripada cara pengobatan dengan mengeluarkan bulanan antara Rp 80.000-Rp 100.000 untuk satu strip obat berisi 30 butir.
“Ada proses yang pasti terjadi pada perempuan yaitu proses osteoporosis. Secara umum, perempuan akan kehilangan massa tulangnya antara 40-60 persen, lebih besar dibanding pria. Oleh sebab itu mengbnsumsi kalsium penting sekali pada usia setengah baya,” papar dr Hasto Wardoyo.
Dan untuk mendapatkan hubungan seksual yang tetap harmonis pada usia 51 tahun, selain mengonsumsi buah-buahan seperti jus pepaya atau jus bengkuang misalnya, beberapa kelompok olahraga usia lanjut di berbagai kota membuktikan pulihnya otot-otot dan hormon perempuan itu. (nar/hrd)
Sumber : Kompas, Minggu, 21 Oktober 2001
Misteri Menopause Pada Pria
Sst..tahu ga sih…cowok ternyata bisa menopause, lho…Nah, baru tahu kan…makanya buruan simak tulisan berikut ini….
Sinonim
Andropause memiliki banyak nama antarab lain: sindroma andropause, PADAM (Partial Androgen Deficiency in the Aging Male), PTDAM (Partial Testosteron Deficiency in the Aging Male), menopause pada pria, climacterium pada pria, viropause, adrenopause, somatopause.
Definisi
Kumpulan gejala, tanda, dan keluhan pada pria yang mirip menopause.
Epidemiologi
Andropause umumnya dimulai pada usia 40-60 tahun.
Penyebab: faktor lingkungan, berupa: pencemaran/polusi lingkungan, pengaruh bahan kimia (termasuk bahan pengawet makanan, limbah), kurang tersedianya air bersih, suasana lingkungan, kebisingan, ketidaknyamanan tempat tinggal, diet, pola makan. Faktor organik, yakni perubahan hormon, seperti: testosteron, DHEA (dehydroepiandrosteron), DHEA-S (Dehydroepiandrosteron Sulfat), melatonin, GH (Growth Hormone), IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1), prolaktin. Faktor psikogenik, misalnya: stres psikis dan fisik, pensiun, tujuan hidup yang tak realistis, penolakan terhadap kemunduran tubuh, kemampuan berpikir, disertai perasaan takut (takut: tua, ditinggalkan istri, pendapatan berkurang, sakit, mati).
Gejala Klinis
Terjadi perubahan mental dan psikis (psikologis), bisa berupa kelelahan mental, seperti: mudah lupa, perasaan tanpa gairah, merasa kurang energi, sering mengantuk, mudah tersinggung, berkurangnya refleks dan kesiagaan. Terjadi penurunan fungsi fisiologis, seperti: berkurangnya libido (hasrat seksual), perubahan tingkah laku seksual, berkurangnya ketajaman mental/intuisi, berkurangnya kemampuan ereksi. Terjadi perubahan tingkah laku, seperti: berusaha berpenampilan muda, rasa takut yang berlebihan akan menurunnya kesehatan, pencegahan atau pengobatan berlebihan, petualangan seksual. Dapat disertai berbagai keluhan, misalnya: depresi, tidak tenang, tidur gelisah, tidak enak badan, cemas, suasana hati sering berubah-ubah, takut sakit, takut mati, takut kehilangan (status sosial, respek dari kolega, kontrol diri), merasa tidak mampu (bekerja, olah-raga, berprestasi), tertidur setelah makan malam, kekuatan dan ketahanan otot menurun, tinggi badan berkurang, sedih dan/atau uring-uringan, berkurangnya kenyamanan dan kesenangan hidup (tidak bisa lagi menikmati hobi, tidak suka bepergian, tidak suka lagi menonton film). Juga terjadi perubahan hormonal yang harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium.
Terapi
Dukungan psikologis, pemberian multivitamin (terutama vitamin E dan D), pemberian tambahan kalsium. Jika terjadi penipisan rambut atau kebotakan, dapat diberi: minoxidil, tretinoin, finasteride, 17α-estradiol konsentrasi 0,025%. Pada penurunan libido maka atas petunjuk dokter, dapat diterapi dengan hormon testosteron, pemberian substitusi hormonal atau HRT (hormone replacement therapy), subtitusi hormon (testosteron, DHEA, melatonin, GH, dan IGF-1)
Pencegahan
Lingkungan perumahan yang tenang, nyaman, tempat tinggal yang "memadai". Mengutamakan keselamatan kerja jangka panjang, yaitu keselamatan dari efek samping penggunaan bahan kimia dan logam beracun dalam proses industri, bahan pengawet, debu atau partikel dalam industri, bahan beracun lain seperti: pestisida, insektisida, herbisida, dsb. Menghindari paparan polusi udara, seperti: polusi yang diakibatkan pembakaran industri, asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, "pembakaran hutan", asap rokok. Menghindari makanan yang banyak mengandung bahan pengawet. Mereka/menulis ulang tujuan hidup dan buatlah analisis secara realistis. Mengurangi stres, misalnya dengan menyalurkan hobi, belajar menerima keadaan, jujurlah pada diri sendiri. Mempersiapkan masa pensiun, menghargai diri sendiri, mencoba memilih satu kegiatan yang menarik sedini mungkin. Komunikasi-sosialisasi yang baik. Cobalah mencari dan menjadi sahabat yang baik dan setia. Belajarlah mengendalikan diri. Tidak perlu menjadi "superman". Banyak membaca buku. Jagalah kebugaran jasmani dengan olahraga rutin dan teratur, alternatif olahraga yang dapat dilakukan: jalan cepat, jogging, lari-lari, lompat, berenang, badminton, dansa, yoga, bersepeda, aerobik, Tai chi/Qi gong, senam Kegel. Hindari/hentikan rokok. Perbanyak mengonsumsi ikan laut atau minyak ikan minimal 2x seminggu. Usahakan berat badan ideal atau mendekati normal. Jangan sembarangan minum obat atau jamu. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika testis kemeng, kencing sakit (anyang-anyangen, Jawa), beser, ejakulasi dini, kencing mengejan atau tidak lancar.
Tahukah Anda?
Hormon testosteron pria menurun sekitar 1-15 % per tahun, dimulai pada usia 45 tahun.
Referensi
Ada pada penulis, Dito Anurogo, S.Ked.
Sumber gambar: http://nutritionresearchcenter.org/healthnews/wp-content/uploads/2008/03
Sinonim
Andropause memiliki banyak nama antarab lain: sindroma andropause, PADAM (Partial Androgen Deficiency in the Aging Male), PTDAM (Partial Testosteron Deficiency in the Aging Male), menopause pada pria, climacterium pada pria, viropause, adrenopause, somatopause.
Definisi
Kumpulan gejala, tanda, dan keluhan pada pria yang mirip menopause.
Epidemiologi
Andropause umumnya dimulai pada usia 40-60 tahun.
Penyebab: faktor lingkungan, berupa: pencemaran/polusi lingkungan, pengaruh bahan kimia (termasuk bahan pengawet makanan, limbah), kurang tersedianya air bersih, suasana lingkungan, kebisingan, ketidaknyamanan tempat tinggal, diet, pola makan. Faktor organik, yakni perubahan hormon, seperti: testosteron, DHEA (dehydroepiandrosteron), DHEA-S (Dehydroepiandrosteron Sulfat), melatonin, GH (Growth Hormone), IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1), prolaktin. Faktor psikogenik, misalnya: stres psikis dan fisik, pensiun, tujuan hidup yang tak realistis, penolakan terhadap kemunduran tubuh, kemampuan berpikir, disertai perasaan takut (takut: tua, ditinggalkan istri, pendapatan berkurang, sakit, mati).
Gejala Klinis
Terjadi perubahan mental dan psikis (psikologis), bisa berupa kelelahan mental, seperti: mudah lupa, perasaan tanpa gairah, merasa kurang energi, sering mengantuk, mudah tersinggung, berkurangnya refleks dan kesiagaan. Terjadi penurunan fungsi fisiologis, seperti: berkurangnya libido (hasrat seksual), perubahan tingkah laku seksual, berkurangnya ketajaman mental/intuisi, berkurangnya kemampuan ereksi. Terjadi perubahan tingkah laku, seperti: berusaha berpenampilan muda, rasa takut yang berlebihan akan menurunnya kesehatan, pencegahan atau pengobatan berlebihan, petualangan seksual. Dapat disertai berbagai keluhan, misalnya: depresi, tidak tenang, tidur gelisah, tidak enak badan, cemas, suasana hati sering berubah-ubah, takut sakit, takut mati, takut kehilangan (status sosial, respek dari kolega, kontrol diri), merasa tidak mampu (bekerja, olah-raga, berprestasi), tertidur setelah makan malam, kekuatan dan ketahanan otot menurun, tinggi badan berkurang, sedih dan/atau uring-uringan, berkurangnya kenyamanan dan kesenangan hidup (tidak bisa lagi menikmati hobi, tidak suka bepergian, tidak suka lagi menonton film). Juga terjadi perubahan hormonal yang harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium.
Terapi
Dukungan psikologis, pemberian multivitamin (terutama vitamin E dan D), pemberian tambahan kalsium. Jika terjadi penipisan rambut atau kebotakan, dapat diberi: minoxidil, tretinoin, finasteride, 17α-estradiol konsentrasi 0,025%. Pada penurunan libido maka atas petunjuk dokter, dapat diterapi dengan hormon testosteron, pemberian substitusi hormonal atau HRT (hormone replacement therapy), subtitusi hormon (testosteron, DHEA, melatonin, GH, dan IGF-1)
Pencegahan
Lingkungan perumahan yang tenang, nyaman, tempat tinggal yang "memadai". Mengutamakan keselamatan kerja jangka panjang, yaitu keselamatan dari efek samping penggunaan bahan kimia dan logam beracun dalam proses industri, bahan pengawet, debu atau partikel dalam industri, bahan beracun lain seperti: pestisida, insektisida, herbisida, dsb. Menghindari paparan polusi udara, seperti: polusi yang diakibatkan pembakaran industri, asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, "pembakaran hutan", asap rokok. Menghindari makanan yang banyak mengandung bahan pengawet. Mereka/menulis ulang tujuan hidup dan buatlah analisis secara realistis. Mengurangi stres, misalnya dengan menyalurkan hobi, belajar menerima keadaan, jujurlah pada diri sendiri. Mempersiapkan masa pensiun, menghargai diri sendiri, mencoba memilih satu kegiatan yang menarik sedini mungkin. Komunikasi-sosialisasi yang baik. Cobalah mencari dan menjadi sahabat yang baik dan setia. Belajarlah mengendalikan diri. Tidak perlu menjadi "superman". Banyak membaca buku. Jagalah kebugaran jasmani dengan olahraga rutin dan teratur, alternatif olahraga yang dapat dilakukan: jalan cepat, jogging, lari-lari, lompat, berenang, badminton, dansa, yoga, bersepeda, aerobik, Tai chi/Qi gong, senam Kegel. Hindari/hentikan rokok. Perbanyak mengonsumsi ikan laut atau minyak ikan minimal 2x seminggu. Usahakan berat badan ideal atau mendekati normal. Jangan sembarangan minum obat atau jamu. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika testis kemeng, kencing sakit (anyang-anyangen, Jawa), beser, ejakulasi dini, kencing mengejan atau tidak lancar.
Tahukah Anda?
Hormon testosteron pria menurun sekitar 1-15 % per tahun, dimulai pada usia 45 tahun.
Referensi
Ada pada penulis, Dito Anurogo, S.Ked.
Sumber gambar: http://nutritionresearchcenter.org/healthnews/wp-content/uploads/2008/03
Gejala Awal Menopause
Menopause “digelarkan” pada wanita yang sudah tidak mengalami menstruasi lagi dalam jarakl waktu 12 bulan. Lho, kan malah nggak repot ngurusin pembalut?. Tidak sesederhana itu, mas. Ada hal hal ditakuti ketika masalah khas kewanitaan itu datang. Terutama menyangkut hubungan suami istri yang kadang tidak dinikmati lagi oleh pihak istri.
Tapi kita tunda dulu itu. Lalu kapan datangnya menopause itu?. Nggak pasti sih!. Bila diambil rata rata biasanya hadir antara usia 45 sampai 55 tahun. Gejalanya pun bersifat individual. Biasanya wanita yang “nduablek” tidak akan terlalu merasakan gejala yang timbul saat akan memasuki masa menopause. Tetapi bagi wanita perasa biasanya muncul keluhan yang hebat baik fisik maupun psikis.
Beberapa gejala yang biasa timbul adalah:
Perdarahan
Perdarahan disini adalah perdarahan yang keluar dari vagina. Tidak seperti menstruasi yang datangnya teratur, perdarahan yang terjadi pada wanita menopause tidak teratur. Gejala ini terutama muncul pada saat permulaan menopause. Perdarahan akan muncul beberapa kali dalam rentang beberapa bulan untuk kemudian berhenti sama sekali. Karena munculnya pada masa awal menopause, gejala ini sering disebut gejala peralihan.
Rasa panas dan keringat malam
Rasa panas sering dialami wanita yang memasuki masa menopause. Perasaan ini sering dirasakan mulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Rasa panas ini sering disertai dengan warna kemerahan pada kulit dan berkeringat. Perasaan ini sering terjadi selama 30 detik sampai dengan beberapa menit. Meskipun penjelasan tentang fenomena ini belum diketahui dengan pasti namun diduga terjadi akibat dari fluktuasi hormon estrogen. Seperti diketahui, pada saat menopause, kadar hormon estrogen dalam darah akan anjlok secara tajam sehingga berpengaruh terhadap beberapa fungsi tubuh yang dikendalikan oleh hormon ini.
Sialnya, disamping rasa panas dan kemerahan, penderitaan wanita yang sedang menopause juga ditambah dengan keringatan di malam hari. Gejala ini tentu akan menganggu tidur yang menyebabkan wanita yang mengalaminya akan selalu kurang tidur.
Gejala pada vagina
Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.
Gejala perkemihan
Perubahan yang terjadi pada lapisan vagina juga terjadi pada saluran urethra. Urethra adalah saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran urethra juga akan mengering, menipis dan berkurang keelastisannya akibat dari penurunan kadar estrogen. Perubahan ini akan menyebabkan wanita menopause rentan terkena infeksi saluran kencing, selalu ingin kencing dan ngompol.
Gejala emosional dan kognitif
Wanita yang akan memasuki masa menopause sering mengalami gejala emosional dan kognitif yang bervariasi. Gejala ini antara lain, kelelahan mental, masalah daya ingat, lekas marah, dan perubahan mood yang berlangsung cepat. Sangat sulit untuk mengetahui gejala yang manakah yang dipengaruhi oleh perubahan hormon. Perubahan emosional ini terkadang tidak disadari oleh wanita yang sedang menopause sehingga perlu pendekatan khusus untuk masalah ini. Pendekatan ini untuk meyakinkan wanita tersebut atas apa yang sedang diderita. Keringat dingin yang muncul juga memberi kesan kelelahan fisik akibat dari kurang tidur.
Perubahan fisik yang lain
Perubahan fisik lainnya antara lain perubahan distribusi lemak tubuh yang mana pada wanita menopause lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.
Ini yang ditakutkan para calon menopauser: Gejala pada vagina!!
Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.
Tapi kita tunda dulu itu. Lalu kapan datangnya menopause itu?. Nggak pasti sih!. Bila diambil rata rata biasanya hadir antara usia 45 sampai 55 tahun. Gejalanya pun bersifat individual. Biasanya wanita yang “nduablek” tidak akan terlalu merasakan gejala yang timbul saat akan memasuki masa menopause. Tetapi bagi wanita perasa biasanya muncul keluhan yang hebat baik fisik maupun psikis.
Beberapa gejala yang biasa timbul adalah:
Perdarahan
Perdarahan disini adalah perdarahan yang keluar dari vagina. Tidak seperti menstruasi yang datangnya teratur, perdarahan yang terjadi pada wanita menopause tidak teratur. Gejala ini terutama muncul pada saat permulaan menopause. Perdarahan akan muncul beberapa kali dalam rentang beberapa bulan untuk kemudian berhenti sama sekali. Karena munculnya pada masa awal menopause, gejala ini sering disebut gejala peralihan.
Rasa panas dan keringat malam
Rasa panas sering dialami wanita yang memasuki masa menopause. Perasaan ini sering dirasakan mulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Rasa panas ini sering disertai dengan warna kemerahan pada kulit dan berkeringat. Perasaan ini sering terjadi selama 30 detik sampai dengan beberapa menit. Meskipun penjelasan tentang fenomena ini belum diketahui dengan pasti namun diduga terjadi akibat dari fluktuasi hormon estrogen. Seperti diketahui, pada saat menopause, kadar hormon estrogen dalam darah akan anjlok secara tajam sehingga berpengaruh terhadap beberapa fungsi tubuh yang dikendalikan oleh hormon ini.
Sialnya, disamping rasa panas dan kemerahan, penderitaan wanita yang sedang menopause juga ditambah dengan keringatan di malam hari. Gejala ini tentu akan menganggu tidur yang menyebabkan wanita yang mengalaminya akan selalu kurang tidur.
Gejala pada vagina
Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.
Gejala perkemihan
Perubahan yang terjadi pada lapisan vagina juga terjadi pada saluran urethra. Urethra adalah saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran urethra juga akan mengering, menipis dan berkurang keelastisannya akibat dari penurunan kadar estrogen. Perubahan ini akan menyebabkan wanita menopause rentan terkena infeksi saluran kencing, selalu ingin kencing dan ngompol.
Gejala emosional dan kognitif
Wanita yang akan memasuki masa menopause sering mengalami gejala emosional dan kognitif yang bervariasi. Gejala ini antara lain, kelelahan mental, masalah daya ingat, lekas marah, dan perubahan mood yang berlangsung cepat. Sangat sulit untuk mengetahui gejala yang manakah yang dipengaruhi oleh perubahan hormon. Perubahan emosional ini terkadang tidak disadari oleh wanita yang sedang menopause sehingga perlu pendekatan khusus untuk masalah ini. Pendekatan ini untuk meyakinkan wanita tersebut atas apa yang sedang diderita. Keringat dingin yang muncul juga memberi kesan kelelahan fisik akibat dari kurang tidur.
Perubahan fisik yang lain
Perubahan fisik lainnya antara lain perubahan distribusi lemak tubuh yang mana pada wanita menopause lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.
Ini yang ditakutkan para calon menopauser: Gejala pada vagina!!
Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.
Gejala Kanker Otak
Kanker otak sering disebut sebagai tumor. Namun, ada beberapa tumor otak yang tidak ganas atau disebut kanker jinak. Kanker otak dapat berkembang di otak dan menyebar ke organ lain. Atau sebaliknya, seorang yang terkena kanker paru-paru atau payudara bisa menyebar ke otak dan menjadi kanker di sana
Seperti kebanyakan penyakit kanker, diagnosis dini dan pengobatan adalah kunci untuk pemulihan. Pengobatan yang terlambat mengakibatkan sel kanker tersebut menyebar dan masuk ke semua jaringan otak dan pada akhirnya bisa menyebabkan kematian.
Karena itu, penting untuk mengenali gejala kanker otak dan mencari cara atau tindakan medis untuk mencegahnya dengan segera.
Gejala Kanker Otak
Kanker otak bisa memiliki beberapa gejala. Tanda-tanda tumor otak tergantung pada lokasi bagian terkena serangan kanker.
Kejang, kehilangan keseimbangan, penglihatan kabur, kesulitan bicara, pusing, kehilangan penglihatan atau pendengaran, kebingungan, kelemahan dan kesulitan mengingat bisa menjadi tanda dari gejala kanker otak.
Walaupun tidak semua tanda di atas merupakan ciri khas dari gejala kanker otak, tapi Anda harus waspada jika Anda sering mengalami salah satu atau beberapa gangguan seperti yang disebutkan di atas. Hal yang paling banyak dilakukan orang-orang adalah menanggapi gangguan-gangguan tersebut dengan kurang serius. Ini tentu sangat keliru.
Faktor Risiko
Ada beberapa faktor penyebab resiko terkena kanker otak. Bila dalam riwayat keluarga ada yang pernah terkena penyakit ini, maka Anda memiliki resiko tersebut.
Selain itu, paparan terus-menerus dari bahan kimia tertentu dapat meningkatkan resiko kanker. Seorang perokok juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini daripada orang yang tidak merokok. Faktor risiko lainnya adalah ras. Kanker otak lebih sering terjadi pada ras kulit putih.
Pencegahan
Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker otak. Namun, Anda dapat menurunkan resiko dengan bersikap proaktif pada masalah kesehatan. Dengan kata lain, jika Anda memiliki riwayat keluarga tumor otak atau jenis kanker lainnya, segera periksakan jika timbul gejala yang tidak biasa dan buatlah jadwal pemeriksaan secara rutin.
Selain itu, berhenti merokok, mengadopsi kebiasaan makan yang sehat, dan menjaga berat badan dengan cara yang benar.
Konsumsi bawang putih dan asam lemak omega 3 dapat membantu dalam pencegahan kanker otak.
Bawang putih mengandung molekul anti-kanker yang menghentikan pertumbuhan kanker. Menggunakan bawang putih segar saat memasak atau taburkan bawang di atas makanan bisa Anda lakukan.
Asam lemak omega 3 membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat pertumbuhan tumor otak. Konsumsilah makanan yang mengandung asam lemak omega 3.
Pengobatan
Pencegahan di atas dilakukan bila gejala-gejala kanker otak belum atau tidak ada. Tapi ketika Anda mempunyai gejala dan positif terkena kanker otak, tidak ada pilihan lain yang harus dilakukan kecuali segera melakukan pengobatan.
Ada tiga pilihan pengobatan utama yang tersedia bagi individu yang hidup dengan kanker otak. Tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Dokter bisa melakukan pembedahan untuk mengangkat tumor. Dalam beberapa kasus, kemoterapi dan terapi radiasi diperlukan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi pengangkatan dilakukan.
Nah, dengan mengetahui gejala kanker otak, faktor risiko, pencegahan, dan cara pengobatan, diharapkan kita semua lebih mengenal tentang seluk-beluk penyakit kanker otak tersebut. Dan dengan pengetahuan ini, kita jadi lebih waspada, serta lebih tahu bagaimana cara mencegahnya.
Seperti kebanyakan penyakit kanker, diagnosis dini dan pengobatan adalah kunci untuk pemulihan. Pengobatan yang terlambat mengakibatkan sel kanker tersebut menyebar dan masuk ke semua jaringan otak dan pada akhirnya bisa menyebabkan kematian.
Karena itu, penting untuk mengenali gejala kanker otak dan mencari cara atau tindakan medis untuk mencegahnya dengan segera.
Gejala Kanker Otak
Kanker otak bisa memiliki beberapa gejala. Tanda-tanda tumor otak tergantung pada lokasi bagian terkena serangan kanker.
Kejang, kehilangan keseimbangan, penglihatan kabur, kesulitan bicara, pusing, kehilangan penglihatan atau pendengaran, kebingungan, kelemahan dan kesulitan mengingat bisa menjadi tanda dari gejala kanker otak.
Walaupun tidak semua tanda di atas merupakan ciri khas dari gejala kanker otak, tapi Anda harus waspada jika Anda sering mengalami salah satu atau beberapa gangguan seperti yang disebutkan di atas. Hal yang paling banyak dilakukan orang-orang adalah menanggapi gangguan-gangguan tersebut dengan kurang serius. Ini tentu sangat keliru.
Faktor Risiko
Ada beberapa faktor penyebab resiko terkena kanker otak. Bila dalam riwayat keluarga ada yang pernah terkena penyakit ini, maka Anda memiliki resiko tersebut.
Selain itu, paparan terus-menerus dari bahan kimia tertentu dapat meningkatkan resiko kanker. Seorang perokok juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini daripada orang yang tidak merokok. Faktor risiko lainnya adalah ras. Kanker otak lebih sering terjadi pada ras kulit putih.
Pencegahan
Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker otak. Namun, Anda dapat menurunkan resiko dengan bersikap proaktif pada masalah kesehatan. Dengan kata lain, jika Anda memiliki riwayat keluarga tumor otak atau jenis kanker lainnya, segera periksakan jika timbul gejala yang tidak biasa dan buatlah jadwal pemeriksaan secara rutin.
Selain itu, berhenti merokok, mengadopsi kebiasaan makan yang sehat, dan menjaga berat badan dengan cara yang benar.
Konsumsi bawang putih dan asam lemak omega 3 dapat membantu dalam pencegahan kanker otak.
Bawang putih mengandung molekul anti-kanker yang menghentikan pertumbuhan kanker. Menggunakan bawang putih segar saat memasak atau taburkan bawang di atas makanan bisa Anda lakukan.
Asam lemak omega 3 membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat pertumbuhan tumor otak. Konsumsilah makanan yang mengandung asam lemak omega 3.
Pengobatan
Pencegahan di atas dilakukan bila gejala-gejala kanker otak belum atau tidak ada. Tapi ketika Anda mempunyai gejala dan positif terkena kanker otak, tidak ada pilihan lain yang harus dilakukan kecuali segera melakukan pengobatan.
Ada tiga pilihan pengobatan utama yang tersedia bagi individu yang hidup dengan kanker otak. Tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Dokter bisa melakukan pembedahan untuk mengangkat tumor. Dalam beberapa kasus, kemoterapi dan terapi radiasi diperlukan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi pengangkatan dilakukan.
Nah, dengan mengetahui gejala kanker otak, faktor risiko, pencegahan, dan cara pengobatan, diharapkan kita semua lebih mengenal tentang seluk-beluk penyakit kanker otak tersebut. Dan dengan pengetahuan ini, kita jadi lebih waspada, serta lebih tahu bagaimana cara mencegahnya.
Gejala Kanker Payudara
* Benjolan di payudara
Jangan menyepelekan benjolan yang terdapat di payudara sekecil apapun itu. Umumnya, benjolan tidak terasa sakit dan ukurannya hanya sebesar kacang tanah. Tetapi, jika benjolan tersebut merupakan kanker lama-kelamaan ukurannya akan membesar. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara teratur. Jika ada benjolan yang mencurigakan segera periksa ke dokter.
* Perubahan bentuk dan warna pada puting
Jika ada perubahan bentuk atau warna pada puting susu, Anda juga harus lebih waspada. Biasanya pada pasien kanker payudara puting tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah atau kecoklatan. Keadaan kulit pun mengkerut seperti kulit jeruk.
* Keluar darah dari puting
Salah satu gejala kanker payudara adalah keluarnya darah dari puting. Warnanya pun tidak selalu merah bisa juga agak kecoklatan. Untuk itu jika puting mengeluarkan cairan berwarna, segeralah konsultasi ke dokter.
* Pembesaran kelenjar getah bening
Pembesaran atau pembangkakan kelenjar getah bening juga salah satu gejala kanker payudara. Jika Anda menemui pembesaran getah bening di ketiak, bengkak pada lengan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Ingatlah bahwa Anda yang paling tahu keadaan tubuh Anda. Jika ada perubahan dan Anda mencurigainya jangan tunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang lebih cepat bisa mengurangi risiko kematian.
Sumber: VivaNews
Jangan menyepelekan benjolan yang terdapat di payudara sekecil apapun itu. Umumnya, benjolan tidak terasa sakit dan ukurannya hanya sebesar kacang tanah. Tetapi, jika benjolan tersebut merupakan kanker lama-kelamaan ukurannya akan membesar. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara teratur. Jika ada benjolan yang mencurigakan segera periksa ke dokter.
* Perubahan bentuk dan warna pada puting
Jika ada perubahan bentuk atau warna pada puting susu, Anda juga harus lebih waspada. Biasanya pada pasien kanker payudara puting tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah atau kecoklatan. Keadaan kulit pun mengkerut seperti kulit jeruk.
* Keluar darah dari puting
Salah satu gejala kanker payudara adalah keluarnya darah dari puting. Warnanya pun tidak selalu merah bisa juga agak kecoklatan. Untuk itu jika puting mengeluarkan cairan berwarna, segeralah konsultasi ke dokter.
* Pembesaran kelenjar getah bening
Pembesaran atau pembangkakan kelenjar getah bening juga salah satu gejala kanker payudara. Jika Anda menemui pembesaran getah bening di ketiak, bengkak pada lengan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Ingatlah bahwa Anda yang paling tahu keadaan tubuh Anda. Jika ada perubahan dan Anda mencurigainya jangan tunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang lebih cepat bisa mengurangi risiko kematian.
Sumber: VivaNews
Cara Mencegah Kanker Payudara
Berikut kiat dan cara mencegah kanker payudara, penyakit yang jadi momok kaum wanita :
1. Aktif bergerak
Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga akan menurunkan kadar hormon estrogen, yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari.
2. Kurangi berat badan
Setelah menopause, perempuan yang obesitas punya risiko lebih besar terkena kanker payudara dibanding rekannya yang punya berat badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada wanita yang tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama.
3. Cukupi kebutuhan vitamin D
Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker terus bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D.
4. Batasi alkohol
Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang minum satu atau dua gelas alkohol setiap hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para ahli menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari.
5. Perhatikan gejalanya
Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran tidak teratur. Tanda lain yang mungkin timbul adalah benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu, dan perubahan warna atau tekstur kulit payudara.
6. Lakukan deteksi dini
Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan menurunkan stadium pada temuan kasus kanker payudara. Selain mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika dilakukan secara teratur bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter.
1. Aktif bergerak
Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga akan menurunkan kadar hormon estrogen, yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari.
2. Kurangi berat badan
Setelah menopause, perempuan yang obesitas punya risiko lebih besar terkena kanker payudara dibanding rekannya yang punya berat badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada wanita yang tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama.
3. Cukupi kebutuhan vitamin D
Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker terus bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D.
4. Batasi alkohol
Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang minum satu atau dua gelas alkohol setiap hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para ahli menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari.
5. Perhatikan gejalanya
Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran tidak teratur. Tanda lain yang mungkin timbul adalah benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu, dan perubahan warna atau tekstur kulit payudara.
6. Lakukan deteksi dini
Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan menurunkan stadium pada temuan kasus kanker payudara. Selain mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika dilakukan secara teratur bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter.
Langganan:
Postingan (Atom)
